Oleh: cakudik | 9 Oktober 2011

Memberdayakan Modul Untuk Memaksimalkan Prestasi Siswa

Volume kegiatan pendidik dalam era peningkatan mutu pendidikan saat ini tumbuh dengan cepat. Dengan beragamnya kegiatan yang wajib siswa ikuti telah melipat gandakan agenda kegiatan guru. Kewajiban guru tidak hanya mengelola kelas, namun juga mengelola sekolah. Lebih dari itu guru wajib mengikuti pendidikan dan pembinaan. Tugas lainnya adalah membimbing siswa dalam kegiatan di luar kelas.

Jika tidak pandai mengatur strategi, guru segera terjebak dalam dilema. Dengan semakin banyak aktivitas ke luar kelas dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan telah menyebabkan mutu pendidikan menurun karena proses belajar banyak terabaikan. 

Hal yang menimpa guru, juga menimpa sebagian besar siswa di banyak sekolah yang aktivitasnya tumbuh dengan pesat. Mengikuti proses belajar di dalam kelas semakin kritis. Volume program yang harus siswa ikuti semakin membengkak. Selain mengoptimalkan penguasaan materi ajar dalam kelas, siswa juga wajibkan melakukan kolaborasi dalam kegiatan organisasi, aktivitas kesiswaan, penelitian, bahkan melakukan kunjungan kerja sama dengan sesama siswa dalam maupun luar negeri.

Tantangan berkompetisi tidak hanya dalam upaya memperebutkan sekolah yang terbaik pada jenjang pendidikan berikutnya. Namun mereka juga dihadapkan pada persaingan dalam lomba. Tantangan berinovasi menjadi menyita kesibukan yang lain.

Modul Semakin Dibutuhkan
Modul sebagai materi ajar memiliki keunggulan karena dapat siswa gunakan di sekolah maupun di luar sekolah. Modul dapat digunakan sebagai pengungkit prestasi karena dapat menjadi pelengkap belajar dengan waktu yang lebih longgar. Dengan sistem kontrol yang tepat siswa dapat belajar secara individu maupun kelompok. Dari sisi tingkat kesulitan belajar modul dapat disesuaikan dengan target mutu yang hendak diwujudkan. Materi yang dituangkan dalam modul sangat fleksibel dapat disesuaikan dengan prestasi yang hendak guru wujudkan.

Modul juga dapat mengurangi resiko siswa tidak belajar jika ditinggal guru karena melaksanakan tugas lain. Bahkan jika siswa sedang mengembangkan prestasi tertentu sehingga untuk itu diperlukan waktu khusus yang tidak memungkinkan siswa mengikuti peroses belajar dalam kelas modul merupakan sebuah solusi yang tepat.

Oleh karena itu, dalam sistem pengembangan prestasi yang semakin variatif dan memerlukan waktu yang lebih banyak, modul semakin sekolah perlukan.

Deskripsi SKL
Fleksibelitas modul sebagai materi pelajaran sangat tinggi. Setiap modul dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan kompetensi lulusan. Pengembangan modul dapat diselaraskan dengan kebutuhan seperti pada pengembangan mutu untuk meraih prestasi berikut:

  • Lulus seleksi perguruan Tinggi
  • Meraih kejuaraan bidang akademik tingkat kab/kota
  • Menampilkan karya inovatif
  • Lulus UN dengan nilai minimal
  • Meraih KKM tiap semester
  • Menggunakan TIK
  • Menggunakan bahasa Inggris
  • Menyetarakan mutu lulusan dengan sekolah unggul

Untuk menyeleraskan materi dengan keunggulan mutu lulusan seperti digambarkan di atas, maka sekolah dapat mengembangkan modul dengan  tingkat keluasan, kedalaman, dan kesulitan materi sebagaimana yang tertuan dalam silabus atau RPP


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: