Oleh: cakudik | 14 Februari 2012

Usaha Peningkatan Profesionalisme Guru

Pengertian Profesionalisme dan Etos Kerja.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan arti dari profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketrampilan, kejuruan dan sebagainya) tertentu. Profesionalisme diartikan sebagai mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau orang yang professional.

Pendidikan keahlian ini dapat saja diikuti seseorang secara formal dalam lembaga persekolahan, atau dapat juga dipelajari secara otodidak (belajar sendiri) yang pencapaiannya berupa kinerja yang dapat diakui oleh masyarakat professional dan masyarakat luas.

Profesionalisme ditandai dengan adanya standar atau jaminan mutu seseorang dalam melakukan suatu upaya profesional. Jaminan mutu ini dapat saja dalam kalangan terbatas dilingkungan profesi atau dapat juga dalam lingkungan yang luas oleh masyarakat umum membuat penilaian terhadap kinerjanya.

Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi (UURI No. 14 tahun 2005).

Etos kerja merupakan semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Etos kerja seorang guru adalah selalu membangun suasana ilmiah, memberikan kesempatan kepada siswa belajar dari berbagai sumber belajar, dan membangun makna baik melalui interaksi social maupun interaksi personal serta menginternalisasi cara ilmu pengetahuan diperoleh, subtansi ilmu pengetahuan, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dedi Supriadi mengutip dari jurnal manajemen pendidikan Educational Leadership edisi Maret 1993, tentang 5 (lima) hal yang dituntut dimiliki guru agar menjadi professional.adalah:

  1. Guru mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajar. Ini berarti bahwa komitmen tertinggi guru adalah pada kepentingan siswanya.
  2. Guru menguasai secara mendalam bahan mata pelajaran yang diajarkan serta cara mengajarkannya kepada para siswa.
  3. Guru bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai teknik evaluasi, mulai cara pengamatan dalam perilaku siswa sampai tes hasil belajar.
  4. Guru mampu berpikir sistematis tentang apa yang dilakukannya, dan belajar dari pengalamannya. Artinya harus selalu ada waktu untuk guru guna mengadakan refleksi dan koreksi terhadap apa yang telah dilakukannya. Untuk bias belajar dari pengalaman ia harus tahu mana yang benar dan mana yang salah, serta baik dan buruk dampaknya pada proses belajar siswa.
  5. Guru seyogyanya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya.

Kedudukan sebagai tenaga professional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, beraklak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 14 tahun 2005, disebutkan bahwa prinsip profesionalitas dari profesi guru merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan:

  1. Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa dan idealisme
  2. Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan,ketaqwaan, dan aklak mulia.
  3. Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakan pendidikan sesuai dengan bidang tugas.
  4. Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas
  5. Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan
  6. Memperoleh penghasilan yang ditentukan sessuai dengan prestasi kerja.
  7. Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat.
  8. Memiliki jaminan perlindungan hokum dalam melaksanakan tugaskeprofesionalan
  9. Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.

Kompetensi Guru

Profesionalisme guru dituntut agar terus berkembang sesuai dengan perkembangan kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki kapasitas untuk mampu bersaing baik di forum regional, nasional, maupun internasional.
Berbagai masalah yang berkaitan dengan kondisi guru antara lain:

  1. Adanya keberagaman kemampuan guru dalam proses pembelajaran danpenguasaan pengetahuan.
  2. Belum adanya alat ukur yang akurat untuk mengetahui kemampuan guru.
  3. Pembinaan yang dilakukan belum mencerminkan kebutuhan
  4. Kesejahteraan guru yang belum memadai.

Jika hal tersebut tidak segera diatasi maka akan dapat berdampak pada rendahnya kualitas pendidikan. Rendahnya kualitas pendidikan dimaksud antara lain: (1) Kemampuan siswa dalam menyerap mata pelajaran yang diajarkan guru tidak maksimal, (2) Kurang sempurnanya pembentukan karakter yang tercermin dalam sikap dan kecakapan hidup yang dimiliki siswa.

Sehubungan dengan itu pemerintah mengadakan rintisan pembentukan Badan Akreditasi dan Sertifikasi mengajar sebagai upaya peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan secara nasional.

Pada Bab IV pasal 8 UURI No. 14 th 2005 menyebutkan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kualifikasi akademik dapat diperoleh melalui pendidikan tinggi proghram sarjana atau program diploma IV.

Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan keterampilan dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukkan kualitas guru yang sebenarnya.

Standar kompetensi guru adalah suatu ukuran yang ditetapkan atau dipersyaratkan dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan perilaku perbuatan bagi seseorang guru agar berkelayakan untuk menduduki jabatan fungsional sesuai bidang tugas, kualifikasi dan jenjang pendidikan.

Kompetensi guru meliputi 4 kompetensi yaitu:

A. Kompetensi Pedagogik, merupakan kemampuan pengelolaan peserta didik yang meliputi:

  1. pemahaman terhadap peserta didik
  2. pengembangan kurikulum/silabus
  3. perancangan pembelajaran
  4. pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis
  5. evaluasi hasil belajar
  6. pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

B. Kompetensi kepribadian, merupakan kemampuan kepribadian yang:

  1. mantap
  2. stabil
  3. dewasa
  4. arif
  5. berwibawa
  6. berakhlak mulia
  7. menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat
  8. mengevaluasi kinerja sendiri
  9. mengembangkan diri secara berkelanjutan.

C. Kompetensi professional, merupakan kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang meliputi:

  1. memahami konsep, struktur, dan metoda keilmuan/teknologi/seni yang menaungi/koheren dengan materi ajar
  2. memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah
  3. memahami hubungan konsep antar mata pelajaran terkait
  4. menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari
  5. mampu berkompetisi secara profesional dalam konteks global dengan tetap melestarikan nilai dan budaya nasional.

D. Kompetensi sosial, merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk:

  1. berkomunikasi lisan dan tulisan
  2. menggunakan teknologi komunikasi dan inforrmasi secara fungsional
  3. bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik
  4. bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar.

Penguasaan kompetensi tersebut di atas dimaksudkan untukmewujudkan pencpaian tujuan pendidikan nasional.

Naskah ini dinukil dari buku diklat pengembang matematika P4TK tingkat SMP Dasar dengan judul Usaha Peningkatan Profesionalisme Guru (kalau belum download, silahkan download saja dan baca selengkapnya.

Admin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: