Oleh: cakudik | 29 Juli 2012

Membedah Software Pelaksana UKG

Alhamdulillah, besok pagi pelaksanaan UKG Online secara serentak dimulai pelaksanaannya untuk seluruh wilayah Indonesia, dimulai dari guru-guru jenjang SMP dan diakhiri oleh guru-guru jenjang SMA/SMK, setelah itu beres sudah tinggal tim peneliti dan pengembang dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang harus memproses hasil UKG untuk dijadikan sebagai pemetaan yang nantinya sangat berpengaruh pada kebijakan pendidikan secara nasional.

Dalam kesempatan menjelang pelaksanaan UKG ini, saya seorang guru yang bertugas di pinggiran bahkan didaerah pegunungan yang terpencar dan terpencil di wilayah Kabupaten Malang, dengan pengetahuan tentang TI “sekenanya” mencoba untuk sedikit membedah software pelaksana UKG yang akan digunakan mulai besok pagi (30/7/2012).

Seperti telah diketahui dari berbagai ulasan dalam sosialisasi tentang software pelaksana UKG Online baik secara offline maupun secara online, telah diulas oleh penulis-penulis handal dan disampaikan oleh para pemateri yang cukup piawai dalam berkomikasi masa, namun kalau kita ikuti dari berbagai informasi tersebut sebagian besar masih membahas kulitnya saja, bagaimana tampilannya, bagaimana bentuk form-formnya, bagaimana mengisinya dan bagaimana memilih jawaban serta bagaimana mengakhiri ujian.

Dari hal tersebut akhinya menimbulkan banyak pertanyaan dimana pertanyaan-ppertanyaan itu hanya bisa dijawab secara teknis, seperti : bagaimana nanti kalau saya sudah mengerjakan dan hampir selesai kemudian listrikny mati ?, kalau tiba-tiba listriknya mati apakah jawaban yang telah saya isi akan hilang ?, karena ini online apakah biasa dijamin kejujuan peserta dalam menjawab soal ?, kenapa softwarenya sulit di-install ?, kenapa software pelaksana ini dikembangkan berbasis dekstop kok bukan berbasis web ?, bagaimana dengan koneksi internet ? dan lain sebagainya.

Dalam tulisan ini saya akan mencoba untuk menjawab dari berbagai pertanyaan itu yang sebagian besar saya dapati pada saat online di blog ini atau blog orang lain dan dari diskusi terbatas dengan beberapa rekan guru.

Setelah saya mendapatkan file iso-nya (dari seorang teman, saya tidak memiliki karena saya bukan tim teknis) yang dikemas dalam satu folder dimana didalamnya terdapat dua file yaitu : ukg-pelaksana-i386-0.1.0.iso dan unetbootin.windows-575.exe, maka yang terlintas pertama kali dalam benak saya adalah “Berarti ini digunakan sebagai sistem live” seperti yang biasa saya lakukan, file unetbootin.windowns-575.exe fungsinya adalah untuk membuat CD atau bahkah flashdisk bisa dijadikan sebagai sistem operasi yang bersifat live yang sistem operasinya mengambil dari file iso, hal ini biasa dilakukan untuk mmbuat CD/flashdisk distribusi Linux distro apa saja (setahu saya).

Maka setelah saya lakukan prosedur pembuatan CD/flashdisk live dengan bahan dua file diatas maka dari sini ketahuan bahwa software ini dikembangkan dari sistem operasi Linux distro Ubuntu keluaran terbaru 12.4 yang baru tiga bulan yang lalu dirilis.

Ubuntu, kenapa harus Ubuntu ?. Bagi yang mngatahui, baik sebagai pengguna, pengembang atau pemerhati sistem operasi ini. Bahwa Ubuntu adalah salah satu distro Linux yang dikembangkan dari Fendora dengan basis debian. Pengembang software UKG pelaksana UKG Online memilih Ubuntu mungkin alasan yang mndasari adalah bahwa Ubuntu berlisensi publik berarti gratis dan yang kedua Ubuntu adalah open source artinya programnya bisa dimodifikasi sedemikian rupa tanpa harus melanggar HAKI Langkah ini dilakukan untuk menekan biaya belanja sistem operasi yang begitu besar dibandingkan bila menggunakan sistem operasi Windows milik Microsoft.

Menggunakan Linux ? padahal masyarakat Indonesia belum begitu terbiasa dengan sistem operasi ini apa tidak menimbulkan masalah baru bagi tim teknis dan peserta UKG ? menurut saya jawabnya TIDAK, kenapa, karena sistem operasi ini hanya dimodifikasi sebagian tidak secara menyeluruh sehingga tampilannya tidak seperti Ubuntu pada umumnya yang ditampilkan hanya yang dibutuhkan saja yaitu yang digunakan untuk pelaksanaan UKG Online saja, apa saja itu ? sistem operasi untuk boot sudah jelas kemudian menuju interface koneksi LAN yang mengarah dari komputer client ke server lokal dan koneksi internet untuk menghubungkan server lokal ke server pusat (BPSDMP-PMP), berikutnya muncul interface Login, interface soal dan interfae hasil ujian, sudah. Sungguh sistem yang cukup sederhana.

Sebegitu sederhananya sampai-sampai sistem ini ini tidak perlu di install dalam komputer client cukup dengan CD/flashdisk live saja. Kenapa banyak tim teknis yang mengeluhkan bahwa sistem ini sulit di install ? itu adalah yang saya tidak mengerti, bagaimana penjelasan dan instruksi tim pengembang sistem ini kepada tim teknis.

Dalam kesederhanaanya pula bahwa software pelaksana UKG Online ini hanya memanfaatkan desktop dari Ubuntu, artinya sistem ini dikembangkan berbasis dekstop bukan berbasis web meskipun terkoneksi dengan intenet.

Kenapa berbasis desktop kok nggak berbasis web saja ? menurut saya minimal ada dua hal yang diambil oleh pengambil kebijakan yaitu pertama tidak membebani bandwitdh koneksi internet, sebab soal dan jawaban tidak dilayani secara lansung oleh server pusat tapi dilayani oleh server lokal yang sebelumnya telah diisi dengan data peseta dan soal, koneksi internet hanya dibutuhkan pada saat tim teknis mendownload soal dan mengirim hasil UKG ke server pusat jadi overload pada server pusat dapat diantisipasi. Kedua untuk meminimalisir kecurangan dari peserta UKG, kok ? ya, bagi peserta yang sudah terbiasa dengan browsing dan surfing, saya yakin meereka telah membuat kesepakatan-kesepakan dengan “mbahnya” yaitu mbah Google yang “kemeruh”, kenapa kok mbah Google bisa menjawab berbagai persoalan, karena mbah yang satu ini sukanya mengindeks berbagai website dan blog seluruh dunia tanpa permisi.

Kesimpulan

  1. peserta UKG nggak perlu kuatir dan cemas menghadapi UKG Online ini, karen software pelaksana UKG ini simpel bahkan orang yang tidak teerbiasa dengan komputerpun bisa mengoperasikannya,
  2. Peserta UKG nggak perlu cemas kalau tiba-tiba listriknya mati, kaena sistem akan menyimpan jawaban setiap 4 sampai 5 menit ke dalam server lokal, artinya jawaban peserta tidak akan hilang,
  3. Jangan berbuat curang dengan beerbagi jawaban, karena soalnya diacak,
  4. Kalau ada masalah jangan panik konsultasikan dengan pengawas ujian atau tim teknis yang mendapingi diruangan,
  5. Bagi yang memiliki software pelaksana UKG secarailegal seperti saya, jangan merasa bangga karena software tersebut tidak memiliki arti apa-apa tanpa servere lokal dan server pusat, soal UKG saat ini saya percaya masih dalam keadaan aman dan terenskripsi di server pusat (BPSDMP-PMP)

Demikianlah sedikit tulisan tentang bedah software pelaksana UKG Online, mungkin analisa diatas tidak sesuai mohon dipermaklum karena saya bukan termasuk tim pengembang sistem juga bukan termasuk tim teknis, tetapi saya adalah calon peserta UKG yang “kakean gaya” alias “kemlinthi”.

Pangapunten kagem seduur sedaya ingkang sampun maos serat kulo meniko, mugi-migi Gusti Alloh tansah pinaringan rahayu wilujeng kagem panjenengan, Aamin.

Ditulis oleh : Marsudi Prahoro, S.Pd alias Cak Udik


Responses

  1. Softwarenya Banyak Sekali kekurangan!,..coba anda survei nanti !!!! walau jalan baik,…tapi banyak peserta yang dirugikan !

    • Sementara saya hanya bisa membedah softwarenya dan saya masih besok bisa merasakan bagaimana jalannya software ini, karena baru besok saya mengikuti UKG, apa panjenengan sudah ikut ?

  2. boleh minta file iso nya tidak?saya hanya sekedar ingin menunjukkan dan mengenalkan kepada kedua orang tua dan keluarga saya yang guru dan mau ikut ukg,mengingat beliau2 sudah tua dan sama sekali gaptek.
    terimakasih..

    • Mohon maaf, meskipun punya tapi saya tidak berhak menyebarluaskannya, saran saja : ortu panjenengan dicetakkan matero ToT yang ada dibaian lain blog ini. thanks

      • iya tidak apa Pak,saya mengerti
        Alhamdulillah saya sudah mendapatkan alternatif lain

      • Terima kasih atas pengertiannya.

  3. ukg udah berjalan satu hari…masih terdapat kekurangan disana sini..terutama soal matematika smp. Ada soal jawaban nya kosong, ada jawaban soalnya kosong, perhatikan gambar, gambarnya nggak munculnya… kacau…padahal yang diminta standar kelulusan 70. Masih sih harus menebak seperti anak-anak….

    • Kalau sudah sperti ini namanya bukan kacau tapi “kacau balau”, mari kita brsama-sama membrikan masukan pada tim pengembang sistem untuk memperbaikinya pada pelaksanaan yang akan datang, tapi perkiaan saya nilai tidaklah menjadi soal karena apa ? ya karena soalnya yang nggak valid dan bisa dipastikan pemetaanya hancur lebur, yok opo iki ? saya masih besok mengikuti UKG, semoga besok tidak ada kendala.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: