Oleh: cakudik | 31 Juli 2012

Pengalamanku Mengikuti UKG Online

Hari ini, Selasa tanggal 31 Juli 2012 merupakan hari kedua pelaksanaan UKG Online dimana aku harus mengikuti kegiatan UKG Online sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Malam hari sebelum pelaksanaan sengaja aku tidur agak sore tidak seperti biasanya sepanjang hari setelah menjalankan tugas pembelajaran disekolah waktuku, aku habiskan didepan komputer atau laptop dan tentunya HP modem Smartfen Extream kesayanganku tertancap di port USB, konek ke internet kemudian membuka blog kesayanganku ini sampai waktu sahur tiba untuk upload artikel or informasi ringan atau menjawab komen atau mengirim pesanan file ke rekan-rekan guru yang membutuhkan sekali-kali melihat jumlah pengunjung “Woww … sungguh luar biasa” semakin hari jumlah pengunjung blog-ku semakin meningkat hari demi hari, di “Alexa.com” posisi ranking bergerak mulai dari 26 juta geser ke 16 juta hari berikutnya geser ke 9 juta terus 6 juta pada hari berikutnya, saat ini, saat mempublikasikan posting  ini rankingku 4 juta ….. terima kasih pengunjung.

Rutinitasku malam itu tidak seperti biasanya, setelah upload berita tentang kegagalan koneksi dihari pertama gelombang pertama aku terus istirahat dengan harapan setelah sahur aku tidak tidur lagi, aku harus siap-siap untuk berangkat mengikuti UKG Online hari ini, dalam hati aku berharap “semoga koneksi internet ke server pusat tidak ngadat lagi”.

Tepat jam 8 pagi aku berangkat dari sekolah ke Kepanjen, karena TUK tempat ku mengikuti UKG di SMK Muhammadiyah Kepanjen memang aku sengaja berangkat lebih awal karena tempatnya jauh banget, tidak lupa berkas-berkas yang aku butuhkan seperti KTP asli, salinan Sertifikat Pendidik dan Kartu Peserta aku kemas dalam tas rangsel bersama laptop kesayangan.

Tepat jam 10.00 kami peserta UKG gelombang 2 memasuki lab komputer aku pas kebagian di lab komputer 1, Pak Fauzan (korwas) yang kebetulan sebagai pengawas ruang memberikan penjelasan tentang penggunaan software pelaksana UKG Online, saat itu aku menghadapi komputer yang sudah siap (sudah dinyalakan oleh tim teknis), kemudian kami diajari bagaimana melakukan login dengan memasukkan nomor peserta dan NUPTK, kemudian klik tombol login, memang tidak semua peserta dalam ruangku berhasil login, ada yang salah memasukkan NUPTKnya karena yang dimasukkan NUPTK asli/lama seharusnya NUPTK yang dimasukkan sesuai dengan yang ada di kartu peserta, ada juga yang memasukan NUPTK tidak pakai tanda ” – ” (strip), ada yang mata pelajarannya tidak sesuai karena memang nomor pesertanya tidak sesuai dengan mata pelajran dalam sertifikatnya (seharusnya) dan khusus yang ini harus meninggalkan tempat setelah menyerahkan salinan sertifikat dan keterangan tentang kesalahan tersebut dari LPMP.

Setelah berhasil login kami semua diajak pengawas untuk mengisi biodata dengan dipandu oleh tim teknis setempat dan setelah itu kita diminta untuk mengikuti latihan dengan mengklik tombol latihan, dengan pertanyaan yang lucu-lucu kita menjawab soal sebanyak 10 yang akhirnya kita menjadi fresh … Ah ternyata software pelaksana UKG ini begitu mudah pengoperasiannya, orang yang nggak biasa pakai komputerpun dijamin bisa melakukannya, kita tinggal ketik di keyboard jawaban yang kita pilih A, B, C atau D setelah itu tekan spasi untuk pindah ke soal berikutnya kalau belum bisa jawab lompati dengan menekan spasi untuk mengambil soal berikutnya, sedang untuk kembali tinggal tekan tombol backspace yang ada diatas tombol Enter, setelah selesai menjawab 10 soal klik tombol gambar tangan …. “Dadaaaaa …. ” kata pak Fauzan ada yang nyletuk “Goobye”. Geeerrrrr …… santai memang suasananya tidak ada ketegangan sama sekali yang terlihat baik dari peserta maupun pengawas dan tim teknis yang sabar.

Latihan telah selesai berikutnya kita diminta untuk login sekali lagi dan klik tombol Ikuti Ujian, telah ini baru suasana hening, semua terlihat asyik membaca dan menjawab soal yang terdengar hanya “clek” (jawaban) dan “clok” (spasi).

Akupun asyik dengan soalku, aku coba mencermati soalku dengan teliti dan hati-hati meskipun penunjuk waktu dipojok kanan atas terus berjalan mundur, aku yakin kalau kurang hati-hati dan teliti pasti salah persepsi karena setiap pertanyaan disediakan 4 opsi yang berbeda tipis alias mirip-mirip, soal yang muncul juga acak – masing-masing peserta tidak sama, setelah beberapa soal berhasil aku kerjakan mulailah sesuatu yang aku kuatirkan terjadi, memang terjadi seperti yang komenkan diblog ini oleh teman “Putra Bakrie” alias “Bubengsu”, apa itu ?. Aku menghadapi soal untuk memperhatikan suatu gambar/grafik tapi grafiknya nggak muncul …. terus yok opo iki ? spasi saja nanti diambil lagi, mungkin nanti gambar/grafiknya muncul. Kemudian aku kerjakan soal yang lain ke-4 opsinya berupa gambar …. weleh …. weleh … yang muncul A-B-C-nya saja gambarnya nggak ada yang muncul hanya tanda seru warna kuning, sampai soal yang ke-100 akhirnya aku kembali ke nomor awal lagi dan aku teliti satu demi satu ada memang soal yang harus aku ganti jawabannya, tapi sampai pada soal-soal yang gambarnya tidak muncul …. tetap tidak muncul ada sekita 15-an soal akhirnya ilmunya Mr. Tarno yang aku pakai Bim salabim dibuka jadi apa … prak … pak … prak ….. tolong dibantu yak  mau bagaimana lagi pengawas dan tim teknis saja tidak bisa ngatasi. Mungkin bagi peserta lain ini merugikan (karena teman yang lain juga mengalami hal ini), tetapi saya tidak wong aku nggak kulakan kenapa harus rugi ?. Akhirnya saya semakin tidak kuatir dengan batas minimal nilai yang diperoleh 70.

Penunjuk waktu di pojok kanan atas menunjukkan angka 7, berarti waktu tinggal 7 menit, sementara teman-teman yang lain sudah ada yang mengakhiri dengan menekan tombol tangan dan setelah konfirmasi sebanyak tiga kali skor muncul untuk pedagogik benar …. salah …., profesional benar …., salah …. kemudian skor benar ditambah benar sama dengan …. teman teman ada yang dapat 53, 54, 55 ….. wuah ! Aku oleh biji piro iki ? batinku, maka akupun menyudahi UKG Online ini dan sekor yang aku dapat benar pedagogik 21 dan profesional 44 dijumlahkan 65, yah …. lumayan.

Pak Menteri ……. aku siap didiklat lagi …… teman-teman sampai jumpa di acara diklat peningkatan profesional guru.

Meskipun aku mendapat nilai yang kurang dari yang diharapkan, aku tetap bahagia karena aku telah mengalami UKG ini, dan hasil UKG yang rendah itulah yang menghatarkan saya melakukan introspeksi atas apa yang sudah aku lakukan selama ini. kalau membaca soal-soalnya sih semua persoalan yang kita hadapi sehari-hari dalam pembelajaran, baik itu pedagogiknya maupun profesionalnya, pedagogik yang terprofesionalkan dan profesional yang pedagogikkan, dalam benakku aku berkata “lek ngono aku masih termasuk guru yang kurang baik, kurang menjalani profesi ini dengan benar menurut peraturan dan perundangan yang ada – seneng nabrak pager-“.

Pesan pada rekan guru :

Dulur seperti yang saya alami setelah selesai mengikuti UKG Online ini ternyata belajar seperti yang kita lakukan sak det, sak nyet ora iso pinter, yang betul tiap hari bekerja dan belajar dengan benar sesuai ketentuan yang ada dan jangan keluar rel. Berhentilah belajar kalau hanya untuk menghadapi UKG saja. Sudahlah hadapi UKG dengan biasa saja, maka anda akan mengalami seperti sayaalami aku tersihir yang berakhir pada kata “PKG dan PKB memang diperlukan.”

Demikianlah pengalamanku, aku yang tidak malu mendapat skor 65 pada UKG Online ini.

Ditulis di Kepanjen, emperan SMK Muhammadiyah Kepanjen pada jam 13.30 oleh Marsudi Prahoro, S.Pd. …… selesai


Responses

  1. lucu bacanya pak…
    yang di bagian try1 dan 2 koq ga bisa dibuka ya pak?

    • Bukan bacanya saja yang lucu, sepertinya secara keseluruhan UKG itu mungkin lucu. Untuk Try 1 dan 2 nanti akan saya priksa, makasih Mas Jack !

  2. Thanks for Mrs. Frank from Germany ….. yang telah nge-“like” pengalamanku ini.

  3. pak marsudi prahoro………….lumayan dapat nilai 65…………aku iki piye ?………..

    • kalau saya sih asasnya : “biji piro-piro terimo”, setelah saya renungkan ternyata ada beberapa hal yang harus diperhatikan :
      1. Belajar model yang seperti saaat ini dilakukan banyak guru itu adalah salah, mengumpulkan materi sebanyak-banyaknya kemudian melahapnya sekaligus, akhire akeh sing kutah,
      2. Modal untuk mengikuti UKG ternyata “dadi guru sing ngenah”, artinya kalau kita lakukan profesi yang kita tekuni dengan benar sesuai prosedur, “nggak sak enake dewe” pasti deh hasilnya baik.

  4. Ikut dong gabung, biar tambah ramai dan tambah pinter lho.

    • Pengalaman menarik .di jateng kelihatannya ukg .uji kompetensi gagal gak bisa masuk, ,,,,,,,,,,,, tunggu dan nungggu eeeee la dalah rong ndino 6gelombang sing masuk kok sijithil ———-
      nang tug cilacap

      • Ya …. ikuti saja dengan sabar, saya kemarin 3 gelombang bisa jalan lancar semua tanpa diiringi server dan koneksi internet yang ngadat, semoga Cilacap juga seperti di Malang.

    • Silahkan Pak Bunyamin, ikutan nongkrong disini.

  5. Alhamdulillah aku sudah lulus dapat 79

    • Alhamdulillah ….. panjenengan telah turut mendongkrak perolehan rata-rata hasil UKG yang sekarang sudah berapa rata-ratanya, kalau pada kesempatan yang pertama rata-ratanya 44,5.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: