Oleh: cakudik | 13 Oktober 2012

Awal Ketamakan

Assalamu’alaikum wr, wb.

Pada kesempatan yang pertama, marilah kita bersyukur atas segala rahmat Alloh yang telah dilimpahkan kepada kita semua, kedua, semoga sholawat serta salam tertap tercurahkan pada junjungan kita nabi Muhammad saw, keluarga, sahabat serta pengikutnya diseluruh penjuru dunia yang selalu setia dan taat.

Kali ini akan kami sampaikan salah satu mutiara hikmah dari seorang ulama/guru besar, yaitu Syekh Abu Madyan al-Maghribi :

“Jika kalu merasa nyaman dengan selain Alloh, Dia akan mencabut rasa kasih sayang mereka kepadamu dan kau diberi pakaian tamak kepada mereka”

Saudaraku, perhatikan hikmah diatas baik-baik, karena itu merupakan hal penting sebagai pegangan dalam hidup bermasyarakat. Setelah itu renungkan kembali, pasti kau akan menangkapnya sebagai inti dan landasan utama bagi siapa pun yang memiliki akal pikiran.

Jelasnya, jika kau merasa tentram dan nyaman dengan selain Alloh serta condong dan selalu memperhatikannya maka kau sesungguhnya terhalang dari mereka dan rasa kasih sayang mereka dicabut, sedang kau sendiri dibuat TAMAK. Tentu saja keadaan seperti itu akan membuatmu benar-benar menderita.

Ketahuilah, bahwa dirimu berada pada urutan teratas dari segala sesuatu selain Alloh, kemudian hal lainnya adalah pilihan dan pengaturanmu. Ketika kau berpaling dan memperhatikan salah satunya, kau akan terjatuh pada berbagai hal yang terlarang. Kau akan dilekati sikap TAMAK kepadanya sehingga keadaan dirimu semakin hina dan rendah. Ketahuilah, bahwasannya Alloh senantiasa menatap hati hamba-hamba-Nya. Jika  Dia melihat hatimu berpaling kepada makhluk maka kau akan dibikin sibuk dengannya. Sebaliknya, jika hatimu terus terpusat kepada-Nya, Dia akan menjadi penjaga dan penolongmu. Barang siapa yang bertawakal kepada Alloh, Dia akan mencukupinya.

Nabi saw. bersabda “La hawla wala quwwata illa billah al-Aliyy al-Azhim” merupakan salah satu perbendahaaraan surga (H.R. Bukhari dan Muslim). Barang siapa yang keluar dari daya dan kekuatannya, serta tidak berpaling pada dirinya sendiri, pada pilihan dan pengaturannya, berarti dia telah masuk dalam daya, kekuatan, pilihan dan pengaturan Alloh. Itulah perbendahaaraan ysng dimaksud dalam hadits diatas. Sementara, surga yang dimaksud di sama adalah surga kaum arif yang disegerakan bagi mereka di dunia ini. Di dalamnya mereka mendapat apa yang disenangi jiwa dan sedap dipandang mata.

Sungguh tepat ucapan seorang arif ketika mengungkapkan bisikan gaib di hatinya yang dirasakan sebagai ucapan Tuhan :

“Wahai hamba, Aku telah menetapkan pengaturan untukmu sebelum kau mengatur untuk dirimu sendiri. Maka, berjuanglah agar kau tak ikut mengatur, Aku telah memelihara dirimu sebelum kau muncul ke dunia dan aku terus memeliharanya.

Wahai hamba, apakah kau masih merasa tidak cukup sementara aku mencukupimu ?! Bukankah pengaturan dan pemeliharaan-Ku semestinya membuatmu diam ?!.

Wahai hamba, utamakan diri-Ku dan jangan mengutamakan selain-Ku. Arahkan hatimu dengan tulus kepada-Ku. Jika kau menetapinya, akan Ku-perlihatkan kepadamu berbagai rahasia kelembutan-Ku, indahnya kemurahan-Ku, dan akan Ku-jadikan jiwamu senang menyaksikan-Ku.”

Semoga kajian ini bermanfaat dan mampu menjadikan kita orang yang istiqomah di jalam Alloh, Aamin.

Wassalamu’alaikum wr, wb.

Ditulis kembali oleh Hamba Alloh yang fakir.

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: